TJyBRktnL6CK878ir7y34wrxz2k6CVuYLqqHpjGd
Bookmark

Teknik Pengolahan/Pengawetan Makanan dari Bahan Nabati

Teknik pengawetan makanan nabati ada dua macam, yaitu teknik pengawetan secara fisik dan teknik pengawetan secara kimia.

Pernahkah kalian makan manisan buah? Manisan buah merupakan salah satu makanan awetan dari bahan nabati. Tahukah kalian teknik pengolahan manisan buah? Sebelum mempelajari cara pengolahan makanan awetan dari bahan nabati perhatikan cara pengawetan makanan berikut ini!

Pengawetan Secara Fisik

Ada beberapa jenis pengolahan makanan awetan secara fisik, berikut pembahasannya.

1. Pengeringan

Teknik pengeringan merupakan proses untuk mengeluarkan atau menguapkan sebagian besar air yang dikandung melalui penggunaan energi panas. Kandungan air di dalam bahan dikurangi sampai batas di mana mikroorganisme tidak dapat tumbuh lagi di dalamya. Kelebihan proses pengeringan adalah bahan makanan akan menjadi lebih awet dan volume bahan menjadi lebih kecil. Akan tetapi kekurangannya adalah tidak efektif untuk bahan yang mengandung gugus fungsional seperti protein. Contoh teknik pengeringan di antarnya banyak diterapkan untuk pembuatan kripik buah.

2. Pengawetan Suhu Rendah

Teknik pendinginan adalah penyimpanan bahan pangan di atas suhu pembekuan. Sedangkan pengawetan dengan pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku. Dengan pendinginan dapat mengawetkan bahan makanan selama beberapa hari atau minggu tergantung pada macam bahan panganya. Sedangkan pembekuan dapat mengawetkan bahan makanan sekitar beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun.
Cara Pendinginan atau Pembekuan masing-masing memiliki pengaruh berbeda terhadap rasa, tekstur, nilai gizi, dan sifat-sifat lainya.

3. Pengemasan

Cara pengemasan merupakan proses yang berfungsi untuk pengawetan makanan untuk mencegah kerusakan mekanis serta mengatasi perubahan kadar air. Perkembangan dalam pengemasan sangat pesat baik pengemas palstik, kayu, karton, gelas, dan metal. Berbagai bahan kemasan seperti tetrapack, tetrabrik, tetraking, merupakan teknologi baru bagi berbagai aneka jus serta produk cair lainnya. Sterilisasi bahan kemasan dilakukan dengan pemberian cairan atau uap hydrogen peroksida dan sinar UV atau radiasi gama.

4. Pembuatan Tepung

Teknik ini merupakan proses pengelolaan bahan makanan dengan cara mengubahnya menjadi tepung. Hasil dari proses ini akan menghasilkan tepung sehingga lebih memudahkan dalam pengemasan dan penyimpanan dalam waktu lama.
Cara ini biasanya diterapkan pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Sebagai contohnya seperti padi, jagung, gandum dsb.

Pengawetan Secara Biokimia

Teknik pengawetan secara biokimia dilakukan dengan cara menambahkan bahan kimia lain sebagai pengawet.

1. Pengasinan

Pengasinan adalah mengawetkan makanan dengan cara menambahkan garam pada bahan makanan. Kadar garam yang tinggi akan menghambat mikroorganisme yang membuat makanan cepat busuk.

2. Pemanisan

Pemanisan adalah mengawetkan makanan dengan cara menambahkan larutan gula pada bahan makanan. Kadar gula yang tinggi pada makanan akan mencegah kerusakan pada makanan.

3. Penambahan Bahan Pengawet lain

Pengawetan makanan juga dapat dilakukan dengan cara menambahkan bahan pengawet seperti enzim paparin, enzim bromelin, asam sitrat dan bahan lainnya. Namun penggunaan bahan pengawet harus menggunakan bahan yang aman untuk makanan.

Rangkuman

Teknik pengawetan makanan nabati ada dua macam, yaitu teknik pengawetan secara fisik dan teknik pengawetan secara kimia. Contoh teknik pengawetan makanan secara fisik adalah pengeringan, pengawetan suhu rendah, pengemasan, dan pembuatan tepung. Adapun teknik pengawetan biokimia adalah pengasinan, pemanisan, serta penambahan bahan pengawet lain.

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar